Keutamaan Hari Jumat Menurut Islam maksudnya, Jumat merupakan hari yang besar atau agung
dimana Allah mengistimewakan umat Islam
dalam mengisi hari Jumat. Pada hari Jumat manusia
pertama; Nabi Adam diciptakan, pada hari Jumat, Adam dimasukkan ke dalam
surga, serta hari Jumat Nabi Adam dikeluarkan
dari Surga dan pada hari Jumat kiamat akan terjadi. - See more at:
http://www.alquran-syaamil.com/2013/10/keutamaan-hari-jumat-menurut-islam.html#sthash.JjDNvHZG.dpufha
Keutamaan Hari Jumat Menurut Islam
Di hari Jumat setiap hamba akan dikabulkan do’a mereka. Apabila seorang hamba meminta kepada Allah (berdoa dan memohon) maka Allah akan mengabulkan permohonannya. Seperti yang pernah dijelaskan dalam sebuah hadits; dari Abi Hurairah, bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat 1 (satu) waktu dimana setiap seorang muslim akan mendapatkannya dan dia tengah berdiri mengerjakan shalat, kemudian dia meminta kepada Allah suatu kebaikan maka Allah akan memberikannya (mengabulkan), dan dia (Nabi Muhammad) berisyarat dengan tangannya bahwa saat tersebut (hari Jumat) sangat sedikit.” (HR. Muslim dan Bukhari)
Dua pendapat yang paling dominan dari para ulama tentang hari Jumat.
Hari jum'at adalah hari yang agung dan hari yang bersar, dimana Allah SWT mengistimewakan hari jum'at ini kepada umat islam agar mengisi hari jum'at dengan sebaik-baiknya. Pada hari jum'at manusia pertama diciptakan, yaitu Nabi Allah Adam As diciptakan, pada haari jum'at pula Nabi Adam As dimasukkan ke Surga, dan paada hari jum'at Nabi Adam As diturunkan kebumi, serta pada hari Jum'at pula kiamat akan terjadi.Di hari Jumat setiap hamba akan dikabulkan do’a mereka. Apabila seorang hamba meminta kepada Allah (berdoa dan memohon) maka Allah akan mengabulkan permohonannya. Seperti yang pernah dijelaskan dalam sebuah hadits; dari Abi Hurairah, bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat 1 (satu) waktu dimana setiap seorang muslim akan mendapatkannya dan dia tengah berdiri mengerjakan shalat, kemudian dia meminta kepada Allah suatu kebaikan maka Allah akan memberikannya (mengabulkan), dan dia (Nabi Muhammad) berisyarat dengan tangannya bahwa saat tersebut (hari Jumat) sangat sedikit.” (HR. Muslim dan Bukhari)
Dua pendapat yang paling dominan dari para ulama tentang hari Jumat.
- Di waktu imam duduknya hingga shalatnya selesai, seperti yang diriwayatkan dalam hadits shahih Muslim; dari Abi Barrah bin Abi Musa bahwa Abdullah bin Umar berkata kepadanya, “Apakah engkau pernah mendengar bapakmu membacakan sebuah hadits yang berhubungan dengan saat mustajab pada hari Jum’at?. Dia berkata: Ya aku pernah mendengarnya berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, “Dia terjadi saat antara imam duduk sehingga shalat selesai ditunaikan.” (HR. Muslim)
- Hari Jumat dimulai di waktu setelah ashar, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Al-Nasa’i dari Jabir d bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Hari jum’at itu 12 jam, setiap muslim bila memohon kepada Allah sesuatu pada hari Jumat maka hamba itu akan dikabulkan permohonannya oleh Allah, untuk itu carilah hari Jumat pada akhir waktu ashar” (HR. An-Nasa’i:
Pada hari jum'at pula umat muslim melaksanakan sholat jum'at berjamaa'ah atau jum'atan. dan pada penghujung waktu (waktu ashar) adalah waktu yang mustajab untuk berdo'a, Allah SWT akan mengabulkan setiap do'a orang yang memohon kepada Allah SWT.
Dari Abu Hurairah katanya, Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, maksudnya: “Sebaik-baik hari yang terbit matahari ialah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu juga dia dikeluarkan dari syurga. Pada Jum’at juga kiamat akan berlaku. Pada hari itu tidaklah seorang yang beriman meminta sesuatu daripada Allah melainkan akan dikabulkan permintaannya.” [HR Muslim]
Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya
hari Jum‘at adalah penghulu segala hari dan hari yang paling besar di
sisi Allah Subhanhu wa Ta ‘ala yaitu hari yang lebih besar daripada hari
raya Adha dan hari raya Fitrah, pada hari Jum‘at itu terdapat lima
kejadian yaitu hari yang dijadikan Adam ‘alaihissalam dan Baginda di
turunkan daripada syurga ke muka bumi, dan pada hari itu juga wafatnya
Adam ‘alaihissalam, dan Allah mengurniakan satu saat di mana do’a-do’a
dikabulkan kecuali do’a-do’a maksiat, dan hari Jum‘at juga akan
terjadinya hari Kiamat.” [HR Ibnu Majah]
Rasulullah sallallahu.’alaihi.wasallam bersabda, “Sesungguhnya
harimu yang paling utama adalah hari Jum’at. Maka perbanyakkanlah
shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawatmu ditunjukkan kepadaku.
Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami
ditunjukkan kepadamu sedangkan tubuhmu telah hancur? Rasulullah
sallallahu ’alaihi wasallam menjawab: Sesungguhnya Allah mengharamkan
tubuh para Nabi bagi bumi (tidak hancur).” [HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah]
Rasulullah bersabda maksudnya : “Barang
siapa yang berwudhu dan kemudian dia pergi ke masjid untuk menunaikan
shalat Jum’at, lalu mendengar dan tidak bercakap (ketika khutbah
dibacakan), maka diampuni dosa-dosanya yang ada di antara hari Jum’at
itu dan hari Jum’at berikutnya.” [HR Muslim]
Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Pada
hari Jum’at terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba Muslim memohon
sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya. Carilah ia di
akhir waktu selepas asar.” [HR Abu Daud]
Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah
seseorang Muslim itu meninggal dunia pada hari jum’at atau pada malam
Jum’at melainkan Allah menyelamatkannya dari fitnah kubur (soalan di
dalam kubur).” [HR At-Tirmizi]
Rasulullah sallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Shalat
lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan, semuanya adalah
penghapus dosa-dosa di antara kedua-duanya selagi mana dijauhi dosa-dosa
besar.” [HR Muslim]
sumber : http://www.alquran-syaamil.com/2013/10/keutamaan-hari-jumat-menurut-islam.html
http://blog.student.uny.ac.id/animoonz/2013/06/08/keutamaan-hari-jumat-bagi-umat-islam/
Keutamaan Hari Jumat Menurut Islam
Keutamaan Hari Jumat Menurut Islam
Keutamaan Hari Jumat Menurut Islam

0 komentar:
Posting Komentar